SEJARAH MI.YASISKA



selayang Pandang SD Plus MI YASISKA

    Yayasan Iskandariyah dirintis mulai tahun 1996 dengan membangun gedung diatas tanah wakaf seluas 884m2. Program yang dilaksanakan oleh Yayasan Iskandariyah salah satunya adalah menyelenggarakan pendidikan formal tingkat Sekolah Dasar (MI) yangdapat direalisasikan pada tahun 2004 dan mendapat izin operasional dari Kanwil Depag Propinsi Banten dengan nomor kd. 28-04/PP.007/714/2004 tertanggal 23 Juli 2004 dengan Nomor Statistik Madrasah (NSM) 112280417336. pada saat ini SD Plus MI YASISKA memiliki 6 lokal kelas untuk kegiatan belajar mengajar. Mayoritas siswa-siswi yang bersekolah berasal dari kalangan Dhuafa dan Yatim, meskipun dana operasional yangn didapat dari iuran siswa sangat kecil. SD Plus MI YASISKA dengan Program pendidikan yanng dicita-citakan terus berusaha meningkatkan mutu dari segi manajemen, guru dan prasarana. Salah satu kendala adalah prasarana yang kurang memadai sehingga kegiatan pendidikan belum optimal dan efisien.


 Dasar Pendidikan SD Plus MI YASISKA

  SD Plus MI YASISKA sebagai lembaga pendidikan formal yang resmi, tetap menjalankan seluruh aturan yang harus dipenuhi berdasarkan ketetapan/keputusan dari pemerintah, karena itu selian menggunakan Kurikulum yang berlaku sebagai acuan materi pendidikan, SD Plus MI YASISKA juga memiliki dasar pendidikan dengan tujuan agar pemberian materi pada kurikulum lebih bermakna sehingga siswa bukan hanya dibekali pengetahuan secara konsep melainkan juga aplikasi yang melekat pada kepribadiannya.

Dasar pendidikan yang akan dicapai secara bertahap adalah :

2.a  Pendidikan Berdasarkan Agama (Religius Basic Education).

Pendidikan berdasarkan agama adalah akar utama dari pendidikan di SD Plus MI YASISKA. Ini berarti bahwa setiap mata pelajaran secara universal diusahakan selalu dikaitkan dengan agama. Untuk ini diperlukan kepakaran pada guru bidang studi (PAI atau non PAI) untuk melakukan pengkajian setiap bidang studi yang diajarkannya dengan mengkaitkannya secara intelektual dengan filosofi agama.

2.b  Pendidikan Berdasarkan Budaya (Culture Basic Education).

Pendidikan berdasarkan budaya berarti setiap individu yang berada di zona sekolah harus perilaku secara nyata berbudaya positif, misalkan budaya bersih maka setiap oknum yang berada di zona sekolah (siswa, guru, tamu) harus senantiasa bersikap bersih dengan kata lain sekolah marupakan zona ekslutif pendidikan.

2.c  Pendidikan Berdasarkan Berfikir Sains (Science Basic Education).

Pendidikan IPTEK yang diterapkan adalah usaha untuk mencetak para calon ilmuan yang berfikir dinamis dan ilmiah, maka orientasi pendidikannya harus aplikasi yang diikuti diskusi dan kajian.


Target Pendidikan SD Plus MI YASISKA

Selain mampu menghasilkan siswa yang memenuhi syarat kelulusan berdasarkan kriteria kurikulum SD Plus MI YASISKA memiliki target :

3.a  Pendidikan Membentuk Budaya (Culture Education)

Siswa-siswi SD Plus MI YASISKA telah memiliki jiwa berbudaya positif yang selanjutnya mampu memberikan kontribusi corak masyarakat yang berbudaya. Target budaya itu antara lain : Budaya bersih, Budaya membaca, Budaya disiplin, Budaya toleransi dll.

3.b  Pendidikan Membentuk Keahlian (Skill Education)

Siswa-siswi SD Plus MI YASISKA telah memiliki keahlian secara aplikasi dalam bidang Agama, bidang Bahasa, bidang Seni & Jasmani. Diantarannya adalah : Baca Tulis Qur’an, Doa-doa, Bola Voli, Musik, Percakapan bahasa Arab dan Bahasa Inggris dll.

3.c  Pendidikan Membentuk Kemampuan Sosial (Social Education)

Siswa-siswi SD Plus MI YASISKA mampu berperan positif dalam kehidupan sosial pada lingkungan masyarakat, mampu berineraktif di lingkungan masing-masing.


 Strategi

Untuk mensukseskan target-target tersebut maka perlu dilakukan strategi sebagai usaha yang sistematis dalam mencapai hasil terbaik, strategi yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :

4.a  Menjadikan Sekolah sebagai Zona Ekslusif Pendidikan

Zona ekslusif pendidikan berarti seluruh individu dan material yang ada dilingkungan sekolah merupakan perangkat yang secara maksimal digunakan untuk melakukan pendidikan yang bermakna.

4.b  Melakukan Pembinaan Tenaga Pengajar

Tenaga pengajar dioptimalkan dengan merekrut guru-guru yang sesuai dengan kompetensi bidang studi, selain itu juga dilakukan pembinaan secara langsung (rapat dan evaluasi).

4.c  Melakukan Evaluasi setiap Semester

Melakukan pengukuran pada pos-pos penting selama proses KBM berlangsung yang selanjutnya menjadi dasar evaluasi. Hasilnya dilaporkan setiap semester, sehingga kelemahan KBM dapat diperbaiki dan ditemukan metode yang tepat dalam masalah yang dihadapi secara berkesinambungan.

4.d  Meningkatkan Prasarana

Dari pembahasan diatas maka penyelenggaraan pendidikan pada SD Plus MI YASISKA merupakan pendidikan yang mementingkan kompetensi siswanya, semua ini akan lebih optimal jika prasarana menujang untuk itu maka usaha meningkatkan prasarana terus dilakukan.


Peserta didik

hasil pendataan terakhir (Januari 2008) telah diketahui bahwa proporsi berdasarkan klasifikasi ekonomi peserta didik SD Plus MI YASISKA adalah sebagai berikut :

a. Dhuafa dan Yatim  : 55 %

b. Ekonomi lemah  : 45 %

Keadaan peserta didik tersebut terjadi secara alamiah, dimana sekolah tidak melakukan pembatasan kuota peserta didik berdasarkan tingkat ekonomi.

   

Prasarana

Harus diakui bahwa fasilitas yang dimiliki oleh SD Plus MI YASISKA sangat kurang dari cukup, namun demikian SD Plus MI YASISKA akan terus melakukan usaha-usaha untuk menggalang dana.

Prasarana yang dimiliki oleh SD Plus MI YASISKA untuk saat ini adalah :

1.  6 lokal kelas

2.  1 Ruang Guru dan Kantor

Prasarana yang diperlukan :

1.  Lokal kelas

2.  Perangkat komputer

3.  Perpustakaan

4.  Sarana Olah raga

5.  Prasarana pendukung pembelajaran lainnya seperti kursi, meja, dan lain-lain yang akan dirinci pada bagian selanjutnya.


 Kendala

Kendala yang dihadapi dalam usaha merealisasikan usaha mendidik sesuai dengan rencana sangat beragam, namun 4 bagian penting yang menjadi kendala, antara lain :

1.  Rendahnya Perhatian Orangtua/Lingkungan terhadap Pendidikan

Berdasarkan hasil evalusai diketahui bahwa setiap pertemuan yang melibatkan wali siswa atau pengambilan rapot maka kehadiran wali siswa hanya 65%, hal ini terjadi secara tetap tanpa perkembangan tiap semester.

2.  Kemampuan awal siswa dibawah normal.

Berdasarkan hasil evaluasi tes masuk pada 3 angkatan diketahui hanya 40 % siswa yang benar-benar memenuhi kriteria, untuk itu maka guru harus melakukan pematangan pelajaran terutama pada bidang baca, tulis dan hitung.

3.  Koordinasi antara pendidik dengan sekolah.

Hasil evaluasi tiap semester memperlihatkan adanya perbedaan para guru dintarannya teknik penilaian, penskoran dll. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut maka SD Plus MI YASISKA melukukan rapat kerja, hasilnya semester 2008 hasil evaluasi memperlihatkan peningkatan koordinasi antar guru cukup signifikan, namun demikian masih terdapat beberapa kelemahan yang akan selalu diperbaiki.

4.  Minimnya Prasarana

Sejak awal SD Plus MI YASISKA berkeyakinan bahwa pembangunan mutu pendidikan yang lebih utama adalah pembangunan SDM (guru dan manajemen), namun demikian dalam mengoptimalkan dan mempercepat proses pendidikan maka tak dapat dipungkiri bahwa prasarana yang dimiliki SD Plus MI YASISKA jauh dari cukup dintarannya :

Ruang kelas yang kurang nyaman, ruang kantor yang kurang, perpustakaan dll.

BAIATIM DAN DHUAFA


Latar belakang

Adalah tanggung jawab kita sebagai muslim untuk memelihara anak yatim dan memberikan bantuan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, salah satu penekanan islam adalah untuk memperhatikan pendidikan anak-anak.

Yayasan Iskandariyah dengan misi dakwah dan lembaga masyarakat secara langsung membuka diri seluas-luasnnya bagi masyarakat yang tidak mampu atau yatim untuk bersekolah dalam naungan Yayasan Iskandariyah, dalam hal ini Yayasan Iskandariyah tidak membatasi jumlah siswa dari kalangan yatim dan dhuafa, berikut data siswa yang termasuk dalam kreteria dhuafa dan yatim :

BANTUAN PENYELENGGARAAN

SARANA SEKOLAH


Madrasah Ibtidaiyah telah memiliki sarana Olahraga, musik, tetapi kelengkapan  

sarana tersebut kurang terbatas baik secara kualitas ataupun kuantitas, berikut rincian kekurangan sarana pada SD Plus MI YASISKA.

SARANA OLAHRAGA


Perlu diketahui semua pihak bahwa Yayasan Iskandariyah merupakan organisasi sosial bukan organisasi yang berorientasi bisnis sehingga telah menjadi cita-cita SD Plus MI YASISKA untuk berusaha semaksimal mungkin untuk menyelenggarakan pendidikan yang murah dan bermutu demi kemaslahatan umat, untuk mewujudkan hal tersebut maka bantuan dari semua pihak dapat memberikan sumbangsihnya kepada agama dan negara dengan ikut memberikan bantuan moril ataupun materi.

BANTUAN PEMBEBASAN TANAH

DAN BANGUNAN LOKAL



 Latar belakang

Tahun 2003 Yayasan Iskandariyah mulai mendirikan lembaga pendidikan tingkat SD dan SMP (Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah), lokal yang dimiliki Yayasan ketika itu adalah 5 lokal dan 1 gedung Aula yang diperuntukkan :

ü  2 lokal digunakan untuk Tsanawiyah

ü  3 lokal digunakan untuk kelas MI

ü  1 lokal digunakan untuk kantor dan ruang guru

Tiga tahun kemudian jumlah lokal yang dibutuhkan mengalami peningkatan karena pertambahan kelas, total kebutuhan lokal pada tahun 2007-2008 adalah :

1.  3 lokal untuk kelas

2.  1 lokal taman bermain

3.  1 lokal untuk mushola kecil

Total kebutuhan lokal pada tahun 2007-2008 adalah 5 lokal

Untuk menganggungi kekurangan lokal tersebut maka Yayasan menggunakan ruangan untuk 2 lokal kelas dan kantor dengan cara menyekat menggunakan papan triplek, tentu saja keadaan ini kurang kondusif untuk menunjang proses belajar mengajar yang maksimal.

Mengingat luas area yang dimiliki oleh yayasan hanya 884m2 dan sudah dibangun, maka penambahan lokal yang dibutuhkan memerlukan perluasan area.

Berdasarkan pemaparan diatas maka Yayasan bekerja sama dengan pengurus SD Plus MI YASISKA merencanakan untuk menggalang dana dalam rangka pembebasan tanah dan penambahan lokal.

Kondisi bangunan saat ini

Keadaan bangunan yang kini digunakan untuk kegiatan pendidikan cukup memprihatinkan. Dengan prediksi kebutuhan lokal yang akan terus bertambah maka yayasan melakukan usaha untuk membangun tambahan lokal diatas jalan umum dari tanah yayasan yang diwakafkan untuk jalan tetapi karena kekurangan biaya maka pembangunan lokal tersebut terhenti hingga sekarang.

Karena kurangnya lokal sehingga kegiatan mengajar tidak kondusif, kekurangan dari keadaan bangunan itu anatar lain :

a.  Penggunaan 1 ruangan kelas menjadi 2 lokal kelas dan 1 ruangan untuk kelas dan kantor, dengan cara disekat dengan papan triplek, menyebabkan suara saling menggangu antar ruangan sehingga konsentrasi belajar tidak tercapai.

b.  Sebagiam ruangan kurang memiliki sirkuliasi uadar yang kurang baik sehingga pengap dan menggangu konsentrasi belajar.

c.  Tidak ada ruangan kantor dan guru yang terpisah sehingga arsip dan kertas atau buku administrasi rawan terbengkalai atau diletakkan saling bercampur. Kasus yang sering ditemukan adalah sulitnya menemukan dokumen lama yang diperlukan pada saat-saat tertentu, tentu saja hal ini cukup mengganggu.

d.  Keadaan belakang gedung yang tidak sedap dipandang dan kumuh. Dengan salah satu visi SD Plus MI YASISKA adalah membangun kebudayaan yang positif, tentu saja keadaan ini sangat tidak relevan jika keadaan gedung kumuh dan tidak tertata dengan baik, selain itu juga dikhawatirkan menggangu masyarakat di sekitar sekolah.


Denah tanah dan gedung yang dimiliki YASISKA saat ini

Saat ini YASISKA memiliki tanah wakaf eluas 500m2 dan gedung bertingkat 1, jumlah lokal yang dimiliki adalah 5 lokal yang kini semuanya digunakan, bahkan karena kurangnya lokal maka ruangan aula dijadikan kelas untuk MTs, 1 ruang kelas dijadikan 2 kelas dan juga 1 ruangan dijadikan kelas dan kantor untuk kegiatan belajar SD Plus MI YASISKA.

Denah pembebasan tanah dan model gedung yang akan dibangun

Pembebasan tanah pada tahap ini adalah 500m2 dan pembangunan gedung bertingkat jumlah lokal yang dibangun adalah 9 lokal.

Gambar 10. Denah rencana tanah yang akan dibebaskan

Gambar 11. Denah rencana model gedung yang akan dibangun (lantai dasar)


Total  Rp  693.500.000
Rencana pembebasan tanah seluas 250m2 dan penambahan 9 lokal adalah sebagai berikut :

Terbilang : Enam Ratus Sembilan Puluh Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah


 Penutup

Kami meyakini bahwa peningkatan mutu pendidikan pada hakekatnya berada pada kemampuan pendidik dalam mentransfer “roh pengetahuan” yang tiada lain adalah semangat ilmiah, membaca dan gemar berfikir. Namun demikian SD Plus MI YASISKA tetap menyadari terdapat kewajiban materi pengetahuan yang harus disampaikan secara tuntas kepada peserta didik, karena SD Plus MI YASISKA melakukan peningkatan pada tiga unsur penting, sekolah secara berkesinambungan. Ketika unsur tersebut adalah 1) Peningkatan mutu guru  2) Peningakatan administrasi 3) Peningkatan sarana.

Ketiga unsur tersebut dibangun secara bersama-sama dengan semaksimal mungkin yang dapat docapai oleh SD Plus MI YASISKA, salah satu yang merupakan kendala terbesar dalam pembangunan ketiga unsur tersebut adalah pendanaan yang sangat terbatas, sehingga perlu dilakukan usaha penggalangan dana, harapan kami semoga banyak pihak yang bersedia membantu mewujudkan suatu cita-cita memberikan pendidikan bermakna pada generasi penerus bangsa ini.

Senjata lain yang merupakan strategi untuk mempercepat perkembangan mutu pendidikan di SD Plus MI YASISKA adalah penerapan evaluasi pada seluruh sektor strategi dalam kegiatan sekolah. Evaluasi Semester, Evaluasi manajemen, Evaluasi KBM, Evaluasi Ekskul dan lain-lain, akan selalu dikembangkan sehingga dapat memberikan langkah yang tepat dan sistematis.

Akhirnya kami menggucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu terealisasinya rencana pembangunan ini, amal jariyah bagaikan “deposito pahaha yang akan terus mengalir hingga akhir dunia” dan semoga kita semua memiliki “deposito” itu. Selanjutnya kami ucapkan maaf yang seluas-luasnya jika terdapat kesalahan baik secara isi ataupun dalam proposal ini.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Panitia Pembangunan,
(MI YASISKA)


BAGIKAN